Kerangka Pemikiran



Komunitas dan Media Sosial Instagram

Konsep komunitas memainkan peran dominan dalam menggambarkan pengelompokan sosial. Konsep komunitas menciptakan rasa kebersamaan individu yang 'merasa baik', membangkitkan dunia sosial yang hangat dan mendukung (Pink, 2016). Media sosial memungkinkan terbentuknya komunitas-komunitas baru secara cepat dan berkomunikasi secara efektif tentang beragam isu atau kepentingan (Gustam, 2015). Mereka dapat terstruktur, terhubung dan terikat bersama (Pink, 2016). Instagram merupakan salah satu media sosial yang berperan menjadi wadah dalam pembentukan komunitas baru terkait suatu isu melalui tagar yang mereka sertakan dalam suatu postingan. 

Jaringan Sosial dan Gerakan Sosial

Konsep jaringan (network) merupakan salah satu konsep yang terdapat dalam penelitian dunia sosial yang mempelajari bagaimana masyarakat terstruktur melalui adanya hubungan sosial serta aktivitas (Postill, 2011 dalam Pink, 2016). Jaringan sosial atau social network menghubungkan individu-individu, kelompok-kelompok, organisasi dan sistem terkait yang saling ketergantungan (Nassar et al., 2013).

Orang-orang dengan pemikiran serta minat yang sama yang terbentuk dari jaringan sosial tersebut dapat membentuk suatu gerakan sosial atau social movement untuk membuat perubahan. 

#BoikotPerancis

Pada Oktober 2020 di Prancis, seorang guru (Samuel Paty) yang memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad di sebuah majalah satir asal Prancis bernama Charlie Hebdo kepada kelasnya terbunuh pada 16 Oktober oleh seorang muslim bernama Abdoullakh Abouyedovich Anzorov. Peristiwa ini juga terjadi dua minggu setelah Presiden prancis, Emmanuel Macron, memberikan pidato kontroversial yang mendefinisikan Islam sebagai "agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia saat ini”.

Sebagai tanggapan peristiwa ini, umat muslim memutuskan untuk meluncurkan kampanye untuk membela agama dan nabi mereka, termasuk di Indonesia. Kampanye tersebut menyerukan muslim dan non-muslim untuk memboikot produk Prancis sebagai tanggapan atas retorika Macron dan penggunaan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Seruan boikot ini menjadi viral di jejaring sosial, salah satunya di di Instagram, dengan tagar #boikotperancis. Sebagian masyarakat berkata untuk menahan diri dari membeli produk buatan Prancis lewat postingan mereka. #boikotperancis menjadi cara masyarakat menyuarakan rasa kekecewaan dan kemarahannya setelah kontroversi karikatur Nabi Muhammad. 


Comments